Status KAKAK-ADIK
Ceritanya waktu itu aku lagi on twitter yah maklum deh ya aku kan bukan anak eksis yang punya banyak kawan dimana-mana makanya mention aku sepi hihihi, jadi hari itu aku update tweet aku bilang *MENTION KEK* yah maklumlah anak muda zaman sekarang jika mention sepi pasti ngetweet gitu hahahaha, terus ada yang bales tweet aku dia bilang *nih mention* mulanya aku gak kenal siapa dia yaudah aku ajak kenalan aja namanya FILIP anaknya ganteng dan baik sih sok akrab terus rada cuek gitu, awalnya aku biasa-biasa aja kenalan sama dia ga ada rasa sama sekali habisnya waktu itu aku masih pacaran sama TAMA. Sudah beberapa hari gitu aku kenal dia ternyata anaknya enak diajak curhat dan lucu juga yaudah aku ngeberaniin minta nomor hp nya tapi mintanya lewat via DM ga mungkin lah lewat mention bisa mati kaku aku gara-gara malu.
Akhirnya kamipun smsan sampe akhirnya Tama mengajak ku PUTUS dengan alasan *blablabla* ada deh ga boleh tau :D yaudah akupun putus sama Tama, kurang lebih 4 bulan putus tapi aku masih belum bisa MoveOn yaiyalah gimana enggak pacaran 6bulan terus putus dengan alasan yang ga pasti. Aku memutuskan untuk membuang jauh-jauh memory ku dengan Tama yang pertama dengan cara lebih sering banyak ngumpul dengan sahabat dan kawan, kalau malam aku sms'an sama cowok yang namanya Filip itu, sudah lama banget kita sms'an tapi hanya sebatas KAKAK-ADIK, tapi aku ngerasa kalau ada sesuatu yang berbeda, yaitu perasaan aku ke Filip, mungkin Filip juga merasakan hal yang sama.
Sampe suatu hari aku memulai suatu percakapan dengan Filip.
"Hai kak."
"Iya hai"
"Apa kabarnya? Lagi ngapain kak?"
"Baik kok, lagi dengarin lagu. Adek?"
"Iya aku juga kok ohiya kak aku mau bilang"
"Apa?"
"Kak, hmmm adek lagi suka sama seseorang loh" dengan tangan yang dingin dan hati yang berdebar.
"oh ya? bagus dong, emang siapa?" dengan respon yang biasa saja.
"Iya kak aku suka sama cowok anak orang batak kak" dengan ekspresi yang sok polos.
"oh batak, emang anak mana?" dengan pertanyaan yang sok buat aku terbang :D
"anak J***I kak" dengan frontalnya saya berbicara
"Ha emangnya adek banyak kenal anak sini yah?" pertanyaan yang buat aku kesal
"Iiiih kakak masa ga tau sih!!" dengan nada dan ekspresi yang kecewa
"Emangnya siapa"
"AKU SUKA SAMA KAKAK!!"
" HAH :O" ekspresi terkejut
"Iya kak serius"
Dia pun tidak membalas pesan ku yang itu, ketika aku buka twitter ternyata dia on dan aku pun mengirim DM
"Kak anggap aja yang disms tadi anak bayi yang baru belajar cinta" dengan eksperi yang sangat kacau
"Haha emang kenapa"
dan aku pun tidak membalas pesan singkat dia karna perasaan sudah semakin jadi.
Hari demi hari pun aku lewati dengan perasaan yang masih campur aduk, tetapi sepertinya dia menganggapnya itu biasa saja, sampai pada pertandingan Madrid VS Barca aku dan diapun membuat taruhan, awalnya aku tidak mau karena aku tahu kalau taruhan pakai uang kan uangnya haram, ternyata bukan make uang booook. Dari via sms kitapun berdebat dengan tantangan yang akan dijadikan bahan taruhan.
"Apaan madrid! pasti kalah lawan barca!" aku berbicara dengan nada bercanda
"Apaan Bancilona yang akan kalah"
"Enak aja! Liat aja nanti!!"
"Yaudah kita taruhan aja, mau gak! kalo kamu ga mau berarti pengecut" dengan nada yang mengancam.
"Oke-oke! yaudah apa tantangannya" dengan jantung yang deg-degan
"Kalo bancilona kalah adek harus nembak cowok oke, adek nembak cowok tapi adek nembaknya bukan karena terpaksa untuk taruhan tapi cowok yang benar-benar adek sayang"
Disitupun aku mulai bimbang perasaan bercampur aduk karena cowok yang aku sayang mungkin cuma dia, aku pun gelisah dan terus berdoa agar Madrid kalah. Sorenya aku telfonan sama dia aku bilang.
"Kak ganti aja yah jangan nembak cowok, aku bingung mau nembak siapa, aku takut ditolak, aku malu kak" dengan nada yang memelas manja hihih.
"Ya ga bisa gitu dong tadikan sudah deal! nanti lihat aja, ga mungkin kok di tolak" dengan nada yang bercanda.
"Tapi aku ga tau kak mau nembak siapa, yaudah kakak cariin cowok yang mau ditembak dong" dengan jantung yang masih berdebar.
"Yah masa aku yang ngasi taruhan aku juga yang nyariin cowoknya"
Aku pun diam dan mikir, "apa iya dia mau sama aku? sedangkan aku aja jelek dan ga tau apa-apa, apa lagi masak" dan aku juga mulai berdoa lagi agar madrid kalah.
Ketika dimalam hari akupun menonton bola dengan papa, dan akhirnya madrid pun kalah.
Esok harinya aku dan dia telfonan lagi, dan lagi-lagi aku yang memulai percakapan.
"HAII Madrid kalah tuh 2-1 :p"
"ah terus kenapa?"
"Yaudah berhubung madrid kalah kakak mau apa?Nyanyiin 3 lagu atau nembak cewek"
"Aku mau nembak cewek aja"
"Yaudah matiin terus tembak dulu ceweknya" dengan perasaan yang berlebihan berharap itu saya.
"Eh tunggu dulu kalau aku nembak adek, adek terima gak?"
"Hah kok aku" nada yang sok terkejut padahal pengen banget ditembak.
"Iya mau gak? kalau ga mau yaudah"
"Hmmm ya masa gitu nanya dulu" dengan nada yang setengah gugup
"Iya kalau adek terima abang nembak kalau ga terima yaudah ga jadi nembak"
"Iya iya"
"Iya apa?" sambil tertawa
"Iya diterima" perasaan yang sangat senang haha sukur aja dia ga lihat ekspresi wajah ku
"Oooh terus mau ditembak sekarang?"
Aku pun diam karena kecewa, aku merasa aku hanya dipermainkan dengan dia, tetapi aku tidak mau menunjukkan kekecewaan aku dengan dia karna aku sayang dia :).
Keesokkan harinya pun kita masih smsan dan telfonan, dan lagi-lagi saya yang membukanya.
"Hai selamat malam kak"
"Malam jugak;)" dan masih seperti biasa dia balas dengan amat sangat singkat.
"Lagi ngapain kak?"
"Lagi bingung :(" dengan emot yg sedih
"bingung kenapa? cerita yaa ^^"
"Iya aku bingung, kenapa kita didekatkan tapi kita tidak jadian bingungkan wkwkwkwk"
"Aku juga bingung:("
Yah akhirnya kami smsan ngawur ngidul.
Besok paginya aku sempat cerita kepada temanku Khintan.
"Khintan kemaren dia ada ngasi kode gitu ke aku, tapi aku bingung harus gimana?"
"Yaudah tembak aja duluan, aku sih optimis kalian jadian, laen bah sifatnya tapi aku ga tau kapan"
"Nah itu dia yang aku bingungkan"
"Kau nembaknya pas tanggal 26 aja, jadi Tama ndak terlupakan sama kau, aku tau bah kau masih ada rasa sama Tama walaupun sedikit"
Aku pun diam.Aku sudah lelah dengan semua ini sudah curhat kesana sini tapi semua jawaban mereka sama "Tembak aja duluan zaman sekarang cewek nembak cowok duluan banyak kok" masa iya aku nembak duluan? Nembak cowok aja aku ga pernah!! aku tahu sebenarnya dia juga punya perasaan yang sama, tetapi dia masih belum mau mengungkapkannya, tapi kenapa harus digantung perasaan aku? harus berapa lama lagi aku berharap? harus sampai kapan lagi aku memberi kode tapi kalau dianya ga peka-peka?
Kemarin aku sempat basa-basi sama dia, sama seperti biasa aku duluan yang memulai sms
"Hai kak lagi ngapain?"
"Lagi duduk aja, adek??"
"Sama nih, oiya kak aku mau nanya boleh?"
"Nanya apaan?
"Kakak pernah gak suka sama cewek?"
"Pernah dong" balasan yang sangat acuh tak acuh.
"Terus kalau kakak suka sama cewek, sifat kakak gimana?" dengan ekspresi muka yang penuh tanya hahaha
"Biasa aja sih sampe dia nembak duluan waka :D" jawaban yang simple tapi -_-
"Ada ngasi kode gitu gak?" pertanyaan ini yang buat gue mati gaya hahaha
"Yeee namanya kode bukan kita yang ngerasain tapi dianya" lagi-lagi jawabannya bikin greget hati
"Terus kok harus dia yang nembak duluan" hatipun makin kacau dan mulai keringat dingin.
"Mungkin, yang sebelum-sebelumnya kaya gitu wakakak:D"
ketika dia berkata seperti itu aku mulai bimbang dan berkata "sepertinya memang harus aku yang memulai". Mulai hari itu aku semakin berharap dan berdoa kepada allah agar dimudah kan dalam menghadapi sifatnya yang dingin. Hatiku kacau perasaan campur aduk, sepertinya dia hanya memainkan perasaan ku saja. Tetapi canda tawanya masih selalu membuatku tertawa dan yakin kalau sesungguhnya dia mau menjalin hubungan yang pasti tetapi tidak tau harus memulainya kapan, mungkin suatu saat nanti dan ntah itu kapan. "APALAH ARTI AKU MENUNGGU" jika dia hanya menganggapku sebagai adiknya saja. Tapi aku percaya jika tuhan memberkati "KEABADIAN" pasti datang diantara kita berdua, seperti lagunya Reza Artmevia.
TAMAT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar