Sabtu, 21 Februari 2015

Sahabat Tapi Cinta

Perpisahan

Sahabat, sahabat itu orang yang selalu ada buat kita, baik senang maupun sedih. Bertahun-tahun kita merakit persahabatan yang indah ini.

Tetapi tidak lama lagi kita semua akan berpisah karena semuanya akan menjalani kehidupan yang lebih dewasa. Semua akan melanjutkan kuliah dan mungkin ada yang akan kerja ataupun kuliah sambil kerja. Sebenarnya cukup berat untuk melepaskan persahabatan yang sudah kita rakit selama ini. Namun apalah daya semua sudah harus dijalani.



Saya mempunyai satu sahabat cowok spesial sebut saja namanya Cungkring. Awalnya aku berkenalan lewat fb dan aku juga dulu suka banget sama dia tidak tahu kenapa. Tapi saat kejadian itu aku mulai membencinya dan ntahlah perasaan campur aduk pada saat itu. Namun kita akrab lagi hingga sekarang, dan kita sudah bersahabat hampir 6 tahun.
Pada malam tahun baru, dimana malam tahun baru pertama aku pulang jam 2 bersama cowok yaitu Cungkring. Dimalam itu mulai timbul perasaan sayang lagi terhadapnya. Canda guraunya yang selalu membuatku tertawa lepas. Membuatku selalu merindukan dia.Mulai dari malam itu aku jadi lebih semakin akrab dengannya. Kita jadi sering berjalan berdua, karaoke berdua dan melakukan perdebatan konyol yang sebenarnya tidak penting untuk didebatkan.
Dihari libur imlek 2015 saya karaoke bersama Cungkring, MT, dan adik sepupu saya. Saya iseng bertanya "nanti kuliah mau dimana?" Dia menjawab "aku kuliah di Semarang". Saat dia berkata dia mau kuliah di Semarang aku merasa air mataku ingin menetes. Terbesit di pikiranku, aku ingin menanyakan kepadanya "nanti kalau kita pisah siapa yang menemani aku makan malam? Siapa yang akan menjadi teman berdebatku? Siapa yang selalu menjahili ku? Siapa yang akan menceritakan cerita-cerita masa lalu ku yang konyol itu? Siapa yang akan meminjamkan aku bahu? Siapa yang akan membuatku marah? Siapa yang akan membuatku tertawa lepas? Siapa yang akan mengingatkan ku untuk tidak berbicara kasar?" Terlalu banyak yang ingin ku tanyakan. Tapi aku tidak berani mengatakannya karena aku takut jikalau aku dibilang terlalu berlebihan. Perasaan takut kehilangan sangat ada dalam hatiku dan itu mungkin hanya sebatas perasaan sayang terhadap sahabat, dan tidak perlu dikasih tahu mungkin kalian sudah mengetahuinya kalau sayang terhadap sahabat lebih besar dari pada sayang terhadap pacar.
Ingin sekali memeluk dan mengungkapkan isi hati kepadanya sebelum waktunya dia pergi. Tapi semuanya mustahil untuk dilakukan. Mungkin kalau sudah saatnya dia pergi ke Semarang untuk melanjutkan kuliahnya mungkin tidak akan ada lagi sahabat yang sepertinya. Dan aku disini akan kembali berjalan sendiri dibawah lampu kota yang kuning sambil mengingat dirimu disetiap jalan dan tempat yang pernah kita singgahi. Akankah kita akan bertemu lagi? Bercerita dan berdebat hal-hal yang konyol? Semuanya akan selalu kurindukan. Sahabatku :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar